Jump to content
Main menu
Main menu
move to sidebar
hide
Navigation
Main page
Recent changes
Random page
freem
Search
Search
Appearance
Create account
Log in
Personal tools
Create account
Log in
Pages for logged out editors
learn more
Contributions
Talk
Editing
Openai/69677952-d6b0-8012-93eb-a59431a4ad8c
Add languages
Page
Discussion
English
Read
Edit
Edit source
View history
Tools
Tools
move to sidebar
hide
Actions
Read
Edit
Edit source
View history
General
What links here
Related changes
Special pages
Page information
Appearance
move to sidebar
hide
Warning:
You are not logged in. Your IP address will be publicly visible if you make any edits. If you
log in
or
create an account
, your edits will be attributed to your username, along with other benefits.
Anti-spam check. Do
not
fill this in!
{{DISPLAYTITLE:Internalized Misogyny dan Kompetisi}} ''This conversation was exported from ChatGPT''<ref>{{cite web|title=Internalized Misogyny dan Kompetisi|url=https://chatgpt.com/share/69677952-d6b0-8012-93eb-a59431a4ad8c|publisher=ChatGPT|access-date=2026-01-15}}</ref> == gpt-5-2 == === User: Ada yg nanya gini di sosmed: === Ada yg nanya gini di sosmed: Di otakku ada satu pertanyaan besar banget: kok bisa sih, sesama perempuan tega menyakiti perempuan lain? Can you explain? === Assistant: Bisa. === Bisa. Dan ini jawabannya nggak manis, tapi jujur. Pertanyaan “kok bisa sesama perempuan tega menyakiti perempuan lain?” itu sering muncul karena kita menganggap perempuan sebagai satu kubu yang otomatis saling melindungi. Padahal realitanya: perempuan dibesarkan di sistem yang tidak dirancang untuk solidaritas, tapi kompetisi. Beberapa lapis penjelasannya: ===== 1. Internalized misogyny ===== Perempuan hidup lama di dunia yang: * menilai perempuan dari approval eksternal (laki-laki, status sosial, moral) * memberi “hadiah” pada perempuan yang paling patuh pada standar Akibatnya: : perempuan belajar menilai perempuan lain dengan kacamata sistem yang menindas dirinya sendiri. Saat ada perempuan yang: * lebih bebas * lebih berani * lebih tidak bisa dikontrol itu terasa seperti ancaman eksistensial, bukan sekadar beda pilihan. ===== 2. Scarcity mindset ===== Dari kecil, perempuan sering diajari (implisit): * “yang cantik cuma satu” * “yang dipilih cuma satu” * “yang dianggap baik cuma satu” Jadi perempuan lain bukan dilihat sebagai sesama manusia, tapi sebagai: : kompetitor atas sumber daya yang terbatas : (pengakuan, cinta, rasa aman, validasi) Dalam mindset ini, menjatuhkan perempuan lain terasa seperti strategi bertahan hidup, bukan kekejaman. ===== 3. Proximity to power ===== Karena akses perempuan ke kekuasaan struktural terbatas, banyak yang mencari kuasa lewat kedekatan: * jadi “perempuan baik” * jadi “yang paling bermoral” * jadi “yang paling pantas” Menyakiti perempuan lain—secara sosial, reputasi, gosip—adalah cara cepat untuk: : menaikkan posisi tanpa harus melawan sistem di atasnya ===== 4. Unprocessed trauma ===== Banyak perempuan tidak pernah diberi ruang aman untuk marah. Marah pada sistem → berbahaya. Marah pada figur berkuasa → berisiko. Yang paling aman? : melampiaskan ke perempuan lain. Trauma yang tidak diolah akan selalu mencari sasaran yang aman. ===== 5. Mitos “perempuan itu empatik secara alami” ===== Ini mitos romantis. Empati itu skill, bukan bawaan gender. Perempuan bisa sangat kejam ketika: * empatinya dipersempit oleh ketakutan * moralitasnya dipakai sebagai senjata * identitasnya dibangun di atas superioritas semu ===== Intinya: ===== Perempuan bisa menyakiti perempuan lain bukan karena mereka “jahat”, tapi karena: * mereka bertahan hidup di sistem yang mengadu-domba * mereka belum (atau tidak mau) keluar dari logika itu Dan yang paling pedih: : korban dan pelaku sering berasal dari luka yang sama. Kalau mau ditutup satu kalimat: Sesama perempuan bisa saling melukai karena solidaritas tidak otomatis lahir dari kesamaan gender—ia lahir dari kesadaran. Kalau kamu mau, aku juga bisa bantu versi jawaban singkat buat komentar sosmed (yang pedas, yang netral, atau yang akademis). == References == <references /> [[Category:ChatGPT Shares]] [[Category:openai]]
Summary:
Please note that all contributions to freem are considered to be released under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (see
Freem:Copyrights
for details). If you do not want your writing to be edited mercilessly and redistributed at will, then do not submit it here.
You are also promising us that you wrote this yourself, or copied it from a public domain or similar free resource.
Do not submit copyrighted work without permission!
Cancel
Editing help
(opens in new window)
Templates used on this page:
Template:Cite web
(
edit
)
Module:Citation/CS1
(
edit
)
Module:Citation/CS1/COinS
(
edit
)
Module:Citation/CS1/Configuration
(
edit
)
Module:Citation/CS1/Date validation
(
edit
)
Module:Citation/CS1/Identifiers
(
edit
)
Module:Citation/CS1/Utilities
(
edit
)
Module:Citation/CS1/Whitelist
(
edit
)
Module:Citation/CS1/styles.css
(
edit
)